Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kota Jogja

anti-rokok

Tanggal 31 Mei 2011 ini bertepatan dengan hari tanpa tembakau sedunia. Di Kota Jogja kegiatan peringatan hari tanpa tembakau sedunia di pusatkan di Komplek Balaikota Yogyakarta. Berbagai kegiatan di laksanakan seperti kampanye anti tembakau/rokok di seputaran perempatan jalan di Balaikota, ada juga lomba melukis untuk siswa SD dan SMP dan pembacaan Deklarasi RW bebas rokok serta petisi anti rokok oleh siswa-siswa se Kota Jogja. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta Ibu Dyah Suminar yang juga istri Wali Kota Yogyakarta. Acara yang di mulai sekitar pukul 08.00 ini di akhiri dengan penandatanganan dukungan jogja bebas asap rokok.

Dalam kegiatan ini SBH Jogja juga turut berpartisipasi dalam kampanye bebas asap rokok. Sebanyak 10 personil di turunkan untuk membantu kelancaran kegiatan HTTS ini. Mereka di sebar di berbagai titik untuk mendukung teman – teman dari sekolah – sekolah yang juga berkampanye di jalan.

Dengan peringatan hari tanpa tembakau sedunia ini di harapkan lebih mengenalkan masyarakat tentang bahayanya merokok dan asap rokok. Baik sebagai perokok aktif maupun pasif, itu sama – sama merugikan dan membahayakan. Maka jauhilah rokok, karena rokok merupakan gerbang dari narkoba. Semoga semakin banyak orang meninggalakan kebiasaan buruk, yaitu MEROKOK.


SBH Jogja Bertugas Dalam Peringatan Hari kebangkitan Nasional

peringatanJumat(20/05), Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Kota Yogyakarta kembali dipercaya oleh Dinas Kesehatan Yogyakarta untuk turut serta dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Mandala Krida. Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional itu sendiri dimulai pada pukul 08.00 WIB. Peserta upacara berasal dari berbagai kalangan diantaranya terdapat aparatur pemerintahan kota Yogyakarta, PNS, siswa SD/SMP/ SMA, hingga para mahasiswa.

Dalam upacara tersebut, SBH Jogja bertugas sebagai Tim Kesehatan yang mengamankan kondisi fisik para peserta upacara. Dalam melaksanakan tugasnya, SBH Jogja bekerjasama dengan dokter-dokter dari puskesmas dan Palang Merah Indonesia. Selama pelaksanaan upacara berlangsung, terdapat beberapa peserta upacara tumbang karena kondisi fisik yang kurang stabil. Kebanyakan korban adalah siswa sekolah dasar, menengah, bahkan ada beberapa dari peserta mahasiswa pun tumbang. Hal tersebut tersebut terjadi karena peserta kurang menyiapkan kondisi fisik dengan baik seperti sarapan pagi yang cukup sebelumnya.

Setelah upacara selesai, SBH Jogja langsung menuju ke TMP dr. Wahidin Sudirohusodo untuk melaksanakan tugas yang sama yaitu sebagai Tim Kesehatan. Di lokasi kedua inilah prosesi penaburan bunga dilaksanakan dan sekaligus menjadi akhir tugas SBH Jogja dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

oleh : Itrie (Anggota SBH Jogja )


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.